Thursday, May 29, 2014
Menciptakan Suasana Mesra lewat Saling Mengampuni.
Menciptakan Suasana Mesra Lewat Pujian.
Menciptakan Suasana Mesra Lewat Kerendahan Hati
Friday, March 29, 2013
“PENYEMBAHAN”
Nats : YOHANES 4:16-24
Yesus memperbaiki konsep perempuan samaria itu tentang PENYEMBAHAN. Yesus mengatakan bukan di gunung, bukan pula di Yerusalem tetapi menyembah Allah di dalam ROH dan kebenaran. Allah itu bukan di gunung, bukan pula di Yerusalem. SEbab Allah itu adalah ROH. Barang siapa menyembahNya harus menyembahNYA didalam ROH DAN KEBENARAN. Tidak hanya menyembah ROH saja, tetapi MENYEMBAH DI DALAM ROH DAN KEBENARAN. Setelah YEsus memperbaiki konsep perempuan samaria itu, perempuan itu mengerti maka dan mengenal YESUS. Secara diam-diam dia pergi bersaksi dan mengajak orang datang kepada Yesus.
Saudara yang kekasih, perempuan samaria itu kini tidak lagi datang bersembunyi pada waktu sepi ke sumur Yakub, tapi DIA datang dengan membawa banyak orang untuk menyembah Allah di dalam ROH DAN KEBENARAN. Sekarang pertanyaaannya??? BAGAIMANA MENURUT ANDA KEHIDUPAN DAN MASA DEPAN PEREMPUAN SAMARIA ITU???? APAKAH MASIH SAMA SEPERTI KETIKA IA BERJUMPA DENGAN YESUS DI SUMUR YAKUB??? ATAU SUDAH MENJADI BAIK KARENA DIA DAPAT MEMIMPIN BUKAN HANYA DIRI SENDIRI LAGI TETAPI MEMIMPIN ORANG BANYAK KEPADA YESUS.
Saudara, ketika situasi dalam hidup anda kacau, berantakan, hancur, gelisah dan tidak bermakna; Maka perhatikan PENYEMBAHAN anda. Mungkin penyembahan anda bukan ke gunung, tetapi ke benda lainnya barangkali. MARI KITA PERBAIKI PENYEMBAHAN KITA SUPAYA HIDUP KITA TIDAK PERNAH HAUS KARENA YESUS MENJADI MATA AIR KEHIDUPAN DI DALAM HIDUP KITA. SELAMAT SIANG, GMU all.
Thursday, April 21, 2011
Keegoisan Seksual
Filipi 2 : 4
dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.
Dalam beberapa pasangan suami isteri sering dijumpai keegoisan seksual. Ada yang ingin "melakukan apa yang saya mau kapanpun saya inginkan". Ada yang berusaha menciptakan gairah seksual dengan berbagai variasi hubungan diluar norma-norma kekudusan demi tujuan utama yaitu kenikmatan seks. Penyimpangan logika seperti inilah yang menjadi latar belakang mengapa banyak pasangan, saat mereka berkencan, dengan cepat saling bercumbu dan melakukan hubungan seks. Namun hal itu lama-kelamaan akan terasa membosankan. Setiap level baru dari kenikmatan seksual akan berhenti dalam satu titik, hanya untuk kemudian digantikan dengan hal lainnya yang terbukti akan membosankan pada akhirnya. Konflik seksual pun tidak dapat dielakkan dan berakibat pada terputusnya komunikasi seksual baik secara verbal maunpun nonverbal.
Sahabat, keegoisan seks sering dipicu oleh tujuan seks yang keliru yaitu ”kenikmatan.” Untuk mencapai tujuan ini, suami atau isteri besar kemungkinan mengeksploitasi pasangannya. Hal ini tentunya dapat melukai ataupun menyakiti pasangannya. Firman Tuhan hari ini menegur pasangan suami isteri supaya jangan memenuhi kebutuhan seks berdasarkan kepentingan diri sendiri, tetapi harus berdasarkan kepentingan bersama. Idealnya pasangan suami isteri sebaiknya harus bersifat melayani dan saling menghormati kebutuhan dan preferensi satu sama lain. Bila ini dilakukan dalam hidup bersama dengan pasangan maka suami isteri tidak akan terjebak pada tujuan duniawi seks tetapi terarah kepada tujuan sebenarnya dari seks adalah kudus, kesatuan yang indah. Seperti inilah yang menciptakan keutuhan, kesatuan rumah tangga.


