Friday, April 5, 2013

”KUASA PERKATAAN”


Pengkhotbah 10:12
Perkataan mulut orang berhikmat menarik, tetapi bibir orang bodoh menelan orang itu sendiri.


Musa mengutus sepuluh orang pengintai  untuk mengamat-amati tanah Kanaan.  Kesepuluh pengintai ditugasi untuk mengetahui kekuatan penduduk dan hasil dari negeri tersebut.  Setelah lewat empat puluh hari mereka mengamati tanah Kanaan, lalu mereka kembali ke Kadeshi Padang Gurun Paran.  Delapan dari antara sepuluh yang di utus musa mengeluarkan perkataan yang melemahkan bangsa Israel.  Mereka berkata;  "Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat dari pada kita." "Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya.  Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.

Apa yang terjadi setelah kedelapan pengintai tersebut menyampaikan perkataannya.  Terjadilah keributan.  Bangsa Israel menangis, bangsa Israel membrontak kepada Musa hendak memecat Musa menjadi pemimpin mereka.  Bahkan bangsa itu hendak melontari Musa dan harun dengan Batu.  Keadaan tersebut terjadi karena  kuasa  perkataan.

Sahabat yang kekasih, Ada kuasa di dalam kata-kata yang kita ucapkan. Terlepas perkataan kita Positif atau Negatif. Perkataan ke delapan pengintai itu perkataan negative (kabar busuk) yang membuat suasana ricuh dan putus asa pada bangsa Israel, bahkan mengundang penghukuman terhadap mereka.  Kedelapan pengintai yang membawa kabar busuk serta rakyat yang terpengaruh mati kena Tulah di hadapan Tuhan (Bilangan 14:36,37). Yosua dan Kaleb ke dua pengintai yang berbeda dengan kedelapan pengintai itu, dimana Yosua dan Kaleb membawa Kabar baik dengan mengatakan; “"Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Perkataan inilah pulalah juga menguatkan Musa dalam memimpin bangsa Israel dan perkataan itu pulalah menyelamatkan membawa Yosua dan Kaleb sampai ke Tanah Perjanjian


Sahabat yang kekasih, Sudah saatnya kita sadar bahwa kata-kata yang keluar dari mulut kita mempunyai kuasa baik positif maupun negative terhadap orang dan terhadap diri kita sendiri. Setiap perkataan Positif maupun negatif menentukan arah hidup kita serta orang-orang mendengarkannya. Karena perkataan negatif dari ke depan pengintai itu membuat banyak bangsa Israel putus asa dan kena Tulah. Karena itu hindarilah perkataan bodoh dan hendaklah hikmat Allah menguasai kita dalam berkata-kata. Perkataan Yosua dan Kaleb yang berhikmat itu tentu menarik bagi Musa seorang pemimpin dan memberi masa depan kepada Yosua dan Kaleb
.

Sahabat yang kekasih, mari kita belajar mempercayai Tuhan dalam seluruh hidup kita supaya kita berhikmat dalam berkata-kata, mengajar, menegur dan berperilaku.  Selamat malam sahabat and selamat berlatih untuk berbicara positif. Ada kata bijak demikian: “IF YOU NOT SPEAK GOOD, BE SILENT.”  Written by Pdt. Eslo L. Manik    
                                
Doa:  Tuhan, FirmanMu adalah perkataan yang memberkati.  Biarlah firmanMu menguasai hidup saya supaya perkataan dan perbuatan saya  menjadi berkat bagi Tuhan dan bagi umatMU.  Amin


Thursday, April 4, 2013

”KEKUATAN BERDIRI DITENGAH BADAI”


Sahabat yang kekasih, ada seorang tokoh klasik pria yang terkenal kuat dan tangguh.  Mengapa ia dikatakan kuat dan tangguh,  karena ia sukses menghadapi terjangan badai.  Kira-kira, anda  bisa tebak siapa dia?  Ia adalah Ayub.   Alkitab berkata  bahwa ia adalah orang yang baik dan beribadah kepada Tuhan, namun ia pun tidak luput dari badai kehidupan yang dialami oleh semua manusia. Dan seluruh pasal dalam kitab ini menguraikan pengalaman Ayub dalam menghadapi terpaan badai atas dirinya.   Badai yang pertama yang menerpa dirinya adalah orang Syeba merampas keledai dan lembu sapinya serta memukul penjaganya.  Yang kedua, "Api dari langit menyambar dan membakar serta memakan habis kambing domba dan penjaga-penjaga.  Yang ketiga,  "Orang-orang Kasdim menyerbu unta-unta dan merampasnya serta memukul penjaganya dengan mata pedang. Yang keempat,  : "Anak-anak yang lelaki dilanda  angin ribut, sehingga mereka mati.  Dan yang terakhir, Ayub ditimpa dengan barah yang busuk dari telapak kakinya sampai ke batu kepalanya. Lalu Ayub mengambil sekeping beling untuk menggaruk-garuk badannya, sambil duduk di tengah-tengah abu.  Maka berkatalah isterinya kepadanya: "Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!"

Sahabat yang kekasih,  coba kita membayangkan kehidupan Ayub sebelum diterpa oleh badai.  Alkitab mencatat bahwa Ayub orang terkaya di timur.  Memiliki harta benda, pegawai, anak-anak dan istri.  Tentunya dalam bayangan kita Ayub sangat enak, tentram hidupnya, dan serba lengkap. Punya harta dan punya anak.  Ada orang punya harta tetapi tidak punya anak.  Sebaliknya ada orang punya banyak anak tetapi tidak punya harta.  Namun Ayub sempurna.  Ayub adalah orang yang saleh dan tentunya banyak orang menyukainya.  Banyak orang yang ingin berkenalan dengan dia.  Banyak orang yang selalu berada disekitarnya.  Tetapi babak itu telah berakhir dengan adanya badai menerpanya.   Sekarang mari kita bayangkan, Ayub yang kini ia tinggal seorang diri duduk ditengah-tengah batu bergumul dengan penyakit barahnya. Dan badai yang paling dasyat adalah perkataan istrinya yang menghinanya.

Sahabat yang kekasih, bila kita membayangkan hal itu, saya pikir kita akan berkata: pria mana yang mampu bertahan terhadap terpaan badai yang sedemikian rupa?  Bukankah kita banyak medengar beberapa para konglomerat yang jatuh langsung serta merta mengutuki Allah dan dirinya sendiri, dengan cara apa ia mengutuki Allah? dengan cara melakukan bunuh diri.  Saudara, sebagai pria anda harus kuat dan tangguh dalam menghadapi badai hidup ini.  Jadikanlah Ayub menjadi inspirasi bagi anda untuk menghadapai segala badai yang mungkin akan anda hadapi atau yang mungkin sekarang anda sedang  alami.

Sahabat yang kekasih,  mungkin anda bertanya dalam hati, mengapa Ayub mampu melakukan itu semua,  apakah ini hanya isapan jempol? Atau kebetulan.?  Saudara, saya beritahu pengalaman Ayub bukan isapan jempol dan bukan kebetulan, tetapi kenyataan dan itu ditulis oleh Alkitab yang diilhamkan Allah supaya dunia mengetahui bahwa segala tantangan dapat dihadapi jika anda kuat dan tangguh.   Mungkin anda mengejar pertanyaan demikian.  Bagaimana Ayub bisa kuat dan setangguh itu?  Saudara, Ayub  kuat menghadapi badai karena kekuatan memang sudah ada di dalam diri setiap orang.  Tuhan telah menganugerahkan itu kepada manusia.  Disamping itu kekuatan yang ada pada diri ayub dikombinasikan dengan ketaatannya kepada Tuhan.  Alkitab berkata,  Ayub1:22 Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah sebagai biang kerok atas masalahnya.  Kemudian, bagaimana Ayub kuat dan tangguh,  Ayub kuat dan tangguh karena Ia  menerima kenyataaan hidup, dan tidak bersungut-sungut.  Ayub 2:10 mencatat dialog Ayub dengan istrinya demikian:  Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.
Sahabat yang kekasih, kesadaran Ayub mengenai kenyataan hidup begitu tinggi. Iklim hidup memang selalu berubah-ubah, terkadang hujan dan terkadang panas.  Kesadaran yang tinggi dan pemahaman mengenai realita hidup inilah factor kekuatan Ayub.  Saudara, tidak sedikit para  pria menjadi lemah,  tatkala badai menerpa hidupnya. Banyak yang menghindar dengan cara bunuh diri, dan mengambil tindakan-tindakan pengecut yang seharusnya itu dilakukan oleh orang yang tidak berdaya.  Saudara, kekuatan ada pada diri anda, jika anda menyadarinya.  Tuhan Allah sudah  mengaruniakan itu kepada anda, tinggal bagaimana anda mengelola kekuatan itu secara tepat dan benar.  Kekuatan itu akan menjadi kekuatan adikodrati tatkala anda mengkombinasikannya dengan ketaatan kepada Tuhan.   Sama seperti Ayub, kuat berdiri ditengah badai, yang secara logika manusia hal itu tidak akan mungkin, tetapi itu semua dilalui oleh Ayub.   Ayub adalah manusia biasa, anda pun dapat kuat berdiri ditengah badai jika anda menggunakan kekuatan yang dianugerahkan Tuhan itu secara baik.  Bagaimana dapat menggunakan kekuatan itu secara baik?  Anda harus bekerjasama dengan Tuhan yang menganugerahkan kekuatan itu pada anda.  Saya yakin anda akan kuat menghadapi badai dan anda akan menang,   Anda tidak akan pernah menghindar dari badai, dan anda tidak akan pernah menangis dalam badai dan anda tidak akan pearnah meminta Tuhan menyingkirkan badai itu, tetapi anda akan lebih senang  berdiri ditengah badai itu dengan kekuatan yang telah dianugerahkan oleh Tuhan kepada anda.    Anda akan menjadi pria yang selalu mengharapkan badai untuk mendorong anda melejit maju ke depan seperti seorang selancar dapat menari-nari diatas ombak karena terpaan  angin.  Saudara yang kekasih, saya akan mengakhiri renungan ini dengan membacakan satu Doa dari

Douglas Mac Arthur demikian:


Tuhan!  jadikan saya, seorang yang cukup kuat untuk menyadari kalau saya sedang lemah dan cukup tabah untuk menghadapi diri sendiri kalau saya sedang takut, yang akan bangga dan tidak putus asa kalau kalah secara jujur, dan rendah hati serta lembut dalam kemenangan.  Jadikan saya seorang yang bukan Cuma bisa berharap, tetapi juga yang mampu berbuat, seorang yang mengenal Engkau dengan benar.  Janganlah bawa saya ke jalan yang serba mudah dan serba enak, tetapi biarlah saya berdiri di tengah badai dan biarlah saya belajar merasakan penderitaan orang-orang yang gagal.  Jadikan saya seorang yang berhati jernih, yang cita-citanya tinggi, seorang yang dapat mengendalikan diri sendiri sebelum mencoba mengendalikan orang lain, yang meraih masa depan tetapi tidak melupakan masa lalu.  Dan kalau itu semua sudah menjadi milik saya, saya mohon agar saya diberi rasa humor, berilah saya kerendahan hati, supaya saya selalu ingat kesederhanaan dari keagungan sejati, keterbukaan dari kebijaksanaan sejati dan kelemahan dari kekuatan sejati
Written by Pdt. Eslo Laudin Manik, S.Th

Wednesday, April 3, 2013

"MATA ATAU PIKIRAN"


Nats     :   Kejadian 3:5 

tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.

Mata jasmanikah yang dimaksud iblis??? apakah Adam dan Hawa buta??? kalau kita membaca Alkitab Indonesia Sehari-hari menterjemahkan demikan: Kej 3:5 Allah mengatakan itu karena Dia tahu jika kalian makan buah itu, PIKIRAN KALIAN AKAN TERBUKA; kalian akan menjadi seperti Allah *Allah, atau ilah-ilah.* dan mengetahui apa yang baik dan apa yang jahat." *mengetahui apa yang baik dan apa yang jahat; atau mengetahui segala sesuatu. 

Pikiran Adamlah yg dimaksud dengan mata.  Tetapi pertanyaannya, apakah pikiran ADAM DAN HAWA  terbuka, dan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat??  Tidak! pikiran Adam dan Hawa mengalami ketelanjangan.  Telanjang berbicara tentang rasa malu, dan rasa malu tidak pernah datang dari KESUCIAN, kecuali dosa.  Simak ayat 7 dan 8 . 3:7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka TELANJANG; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat. 3:8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, BERSEMBUNYILAH manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.  Pada ayat ini menjelaskan bahwa Adam dan Hawa tidak menjadi seperti ALLAH, tetapi malu dan takut terhadap sesame dan terhadap Allah.

Sahabat, itulah tipu  muslihat iblis yang membuat pikiran manusia terjun bebas kea lam dosa.  Godaan/rayuan  iblis menjanjikan masa depan yang gemilang menjadi  seperti Allah dan seolah-olah benar dengan membubuhi kata, “MENGETAHUI APA YANG BAIK DAN APA YANG JAHAT.  Seolah-olah benar, padahal Adam dan Hawa sudah tahu apa yang baik dan yang jahat, tetapi hanya mengalami yang baik bukan yang jahat.  Adam dan Hawa mengalami yang jahat setelah mengikuti perkataan iblis.

Sahabat, iblis selalu menyerang pikiran dan memasukkan kebodohan lewat propaganda masa depan yang setara dengan Allah padahal hanyalah kelicikannya untuk memperdaya pikiran manusia untuk masuk menguasai manusia.  Karena itu, sadarlah bahwa iblis sampai kini ingin menguasai setiap pikiran manusia dengan menawarkan kekuasaan, kebaikan yang setara dengan Allah.  Untuk mengatasinya, tetap berpegang teguh saja pada FIRMAN ALLAH, walaupun saat ini sahabat mengalami berbagai kesusahan, kedukaan, bahkan seperti mau dihanyutkan oleh dunia ini.  Jika berpegang pada FIRMAN ALLAH maka jaminannya adalah kemenangan. Pegangan satu-satunya yg dapat dipercaya dan memberi HIDUP KEKAL ADALAH FIRMANNYA.

Saturday, March 30, 2013

"MAYAT PUN TIDAK ADA LAGI"


Nats     :   YOHANES 20 :11,15,16

Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu.
20:15 Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya."
20:16 Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru.

Begitulah perasaan Maria Magdalena menyaksikan kubur Yesus yang kosong. Maria menangis karena PUPUS lah sudah  harapannya untuk memelihara mayat Yesus, untuk mengenang mayat Yesus, untuk mengasihi mayat YEsus.  Tidak ada lagi yang tersisa kecuaki kain kapan, itulah yang membuatnya menangis.

Sahabat, kita tidak jauh beda dengan Maria Magdalena yang menaruh harapannya pada tubuh Yesus.  Kita menaruh harapan kepada para pemimpin kita, pada orang yang berjasa pada kita, padahal Yesus mengajarkan supaya setiap muridNYA berharap kepada Allah dan FIRMANNYA. Ketika harapan kita pupus maka kita mempersalahkan/menuduh orang lain, mempersalahkan/menuduh dunia yang mengambil harapan kita persis seperti Maria yang menduduh penunggu taman yg mengambilnya. Ktapun menangis, menangis, menangis dan menangis namun kita tidak tahu apa yang kita tangiskan. Kita menangis dalam kebodohan, kepicikan, kekerdilan dan ketidak tahuan. Seandainya Maria mengerti FIRMAN ALLAH maka MARIA akan tertawa bahagia, karena mayat YESUS tidak ada lagi berarti genaplah FIRMAN TUHAN Yg Yesus sampaiakan tentang KEBANGKITAN.

Sahabat, walaupun Maria Magdalena bodoh, picik dan kerdil YESUS mengasihinya dengan menyapanya, IBU, MENGAPA ENGKAU MENANGIS???  Lau Yesus mengapa lagi dengan sebutan yang di kenal oleh Maria, Kata Yesus kepadanya; "Maria!" Maria sadar dan tahu bahwa YESUS bangkit.  Lalu Maria pergi kepada murid-murid dan berkata; 'AKU TELAH MELIHAT TUHAN.'

Sahabat, tangisan Maria berubah jadi sukacita, karena apa??? apakah karena Maria menemukan mayat Yesus??? tidak! tetapi karena FIRMANNYA, YANG MENYAPA DENGAN MEMANGGIL PRIBADI MARIA.

Sahabat, apa yang sedang sahabat tangisi saat ini??? berhentilah menangis sebab sahabat tidak tahu apa yang sahabat tangisi.  HARAPAN tidak ada pada benda, figur, materi dan yang ada dibawah matahari ini.  HARAPAN hanya terletak pada KUASA KEBANGKITANNYA.  Selamat Paskah and salam saya kepada semua sahabat yang saya kasihi.  KITA MENANG DAN KITA ADALAH UMAT PEMENANG, GBU ALL.

“MENGGUNAKAN KEKUATAN”

“MENGGUNAKAN KEKUATAN
             Sebuah refleksi untuk Pria.

Ada satu dongeng yang sangat menarik demikian ceritanya.  Seekor lelaki pada suatu hari menemukan sebuah telur burung rajawali dan dia meletakkan telur itu bersama dengana telur-telur ayam di sarang seekor induk ayam peliharaan yang sedang mengeram.  Telur itu menetas bersama telur ayam yang lain, dan anak burung  itu tumbuh bersama anak-anak ayam diasuh oleh induk ayam itu.  Selama hidupnya  burung rajawali itu bertingkah laku sama seperti ayam, dan mengganggap dirinya ayam peliharaan.  Dia mengais tanah untuk mencari cacing dan serangga. Dia berkotek dan berkokok. Dia akan mengepak-ngepakkan sayapnya dan terbang beberapa meter di udara.  Tahun berlalu dan burung rajawali itu menjadi tua.  Suatu hari dia melihat seekor burung yang sangat gagah terbang di angkasa yang tak berawan.  Burung itu melayang dengan anggun dan berwibawa dalam hembusan angin yang kuat, dia hanya membentangkan sayapnya dan jarang sekali menggerakkan sayapnya itu.  Rajawali tua itu terpesona memandang ke  atas.  Siapakah itu?  Tanyanya.  Itu adalah burung rajawali, raja dari segala burung, kata ayam yang ada didekatnya.  Dia penghuni langit , dan kita penghuni bumi, kita adalah ayam.  Demikianlah rajawali itu hidup terus dan mati sebagai seekor ayam, karena begitulah anggapannya tentang dirinya.

Saudara, burung rajawali adalah burung yang sangat kuat.  Tetapi apalah arti sebuah kekuatan kalau kekuatan itu tidak digunakan.  Mengapa kekuatan tidak digunakan? Karena tidak sadar bahwa ia adalah kuat.   Sebagaimana dongeng tadi, rajawali yang kuat harus hidup sebagai binatang yang lemah, karena  tidak menyadari dan tidak menggunakan kekuatannya.   Nah! berangkat dari dongeng ini, kita mengingat kaum  pria sebagai kaum yang kuat.  Namun tidak sedikit kaum pria hidup dan berjuang dalam kelemahan sama seperti burung rajawali tadi.  Mengapa demikian?  Karena ia tidak menyadari bahwa ia kuat, sehingga ia tidak menggunakan kekuatannya itu dalam menjawab setiap teka-teki kehidupan ini.  Pria kuat terbaring lemah diantara puing-puing kehancuran.  Kehancuran hidupnya, dan kehancuran keluarganya.  Ia yang kuat tidak bisa menjaga keluarganya, ia biarkan keluarganya dicabik-cabik oleh masalah hidup.  Saudara, sebagai pria anda harus menyadari dan menggunakan kekuatan yang ada di dalam diri anda.  Jika tidak anda gunakan maka anda tidak bisa membangun, keluarga maupun dunia anda.  Dunia ini beradab dalam genggaman anda. Baik buruknya masa depan dunia ini tergantung pada anda.  Ketika Adam tidak menggunakan kekuatannya, ia lemah pada  istrinya maka masa depan dunia ini rusak.  Sekarang bagi pria sudah terbuka jalan untuk memperbaiki dunia ini, karena sudah ada pria yang kuat yang memperbaiki dunia ini yaitu YESUS KRISTUS.

Saudara, sesungguhnya ada  dua kekuatan di dalam diri anda.  Kekuatan pertama dinamakan kekuatan “POSISI” , sedangkan kekuatan kedua dinamakan kekuatan “PERSONA.”  Kekuatan posisi itu adalah bentuknya  berupa pengaruh, kekuasaan, prestise dan otoritas yang kehadirannya nyata di dalam jabatan, riwayat pekerjaan, dan penghargaan yang di dapat karena keberhasilan.  Kekuatan persona itu adalah kemampuan untuk mengembangkan hubungan yang berbobot yang menyenangkan, kesediaannya untuk melakukan apa saja agar keluarga menjadi kokoh.  Aspek kekuatan persona adalah, kehangatan, kepekaan, dapat diandalkan, tekad, kasih sayang dan perhatian.
Saudar, kedua kekuatan ini dimiliki oleh pria.  Kekuatan ini merupakan anugerah dari Tuhan.  Namun perlu anda ketahui, kekuatan ini harus digunakan secara seimbang.  Jika hanya menggunakan salah satu kekuatan, seperti kekuatan posisi, maka anda belum boleh dikatakan sudah menggunakan kekuatan. Kegagalan banyak pria adalah tidak menggunakan kedua kekuatan itu secara seimbang.  Raja Saul, Raja Daud cenderung menggunakan kekuatan posisinya tapi tidak menggunakan kekuatan personanya.  Akhirnya apa yang terjadi.  Baik Saul maupun Daud sama-sama mengalami ketidak harmonisan dalam keluarganya.  Daud seorang yang kuat, tetapi tidak berdaya menghadapi keluarganya, mengapa demikian? Karena Daud tidak menggunakan kekuatan persona yang ada pada dirinya.  Jadi, idealnya pria dikatakan kuat, kalau ia menggunakan kekuatan posisi dalam dunia kerjanya dan kekuatan persona dalam relasinya.  Yesus dalam pelayanannya menyadari dan mengunakan kedua kekuatan secara seimbang dan tepat waktu.  Dalam kekuatan posisi, Yesus menyusuri desa dan kota dengan menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, meredakan tofan dan membangkitkan orang mati.  Tetapi disaat yang lain, Yesus juga menggunakan kekuatan personanya seperti, mendekati perempuan samaria di Sumur Yakub, mengasihi anak-anak kecil, mengasihi orang-orang berdosa yang di kucilkan oleh masyarakat, seperti orang kusta, pelacur dan pemungut cukai. Kekuatan posisi dan kekuatan persona tampak ketika  Yesus terbaring dikayu salib.  Bayangkan saudara, Yesus dengan kekuatanNya sebagai pria mampu menanggung beban dosa dunia ini.  Apapun dilakukan Yesus demi anak-anaknya yaitu anda dan saya.


Saudara, anda sebagai pria mungkin sekarang berada pada posisi merasa tidak berarti.   Anda belum terlambat.  Anda adalah seperti burung Rajawali yang memiliki kekuatan dan anda  bisa melayang-layang dengan kepak sayapmu karena kekuatan itu sudah dianugerahkan kepada anda.   Anda sebagai pria adalah harapan dari keluarga, maupun masyarakat.  Bagi anda sekarang sadarilah bahwa anda kuat, dan gunakanlah kekuatan posisi dan kekuatan persona itu secara seimbang. Jangan anda berputus asa, seperti rajawali tadi, dia mati seabagai ayam.  Sayangkan? Anda sebagaia pria dapat merubah dunia ini, jika anda mau, tergantung pada anda sendiri.  Anda adalah apa yang anda katakan.  Jika anda berkata bahwa anda ayam, maka jadilah seperti perkataan anda.  Tetapi jika anda berkata bahwa anda adalah rajawali maka anda pun akan seperti apa yang anda katakan.    Written by Pdt. Eslo Laudin Manik

Friday, March 29, 2013

“PENYEMBAHAN”



Nats   :    YOHANES 4:16-24

4:16 Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini."
4:17 Kata perempuan itu: "Aku tidak mempunyai suami." Kata Yesus kepadanya: "Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami,
4:18 sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar."
4:19 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi.
4:20 Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah."
4:21 Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.
4:22 Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.
4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."
Dari nats ini saya renungkan bahwa titik permasalahan, kekacauan hidup manusia ada pada “PENYEMBAHAN.” Perempuan samaria ini RUMAH TANGGANYA hancur, Yesus Tahu itu sehingga Yesus menyuguhkan pertanyaan: “Pergilah, panggillah suamimu.”  Yesus masuk pada titik utama masalah perempuan itu.  Rupanya perempuan ini sudah 5 kali gonta-ganti suami tetapi tetap hidupnya kacau. Kondisi perempuan ini rupanya ada kaitannya dengan system penyembahannya.  Terbukti dari pengungkapan perempuan itu bahwa   nenek moyangnnya menyembah di atas gunung Gerizim. Nenek moyang’ perempuan Samaria itu berdosa dengan menyembah Allah di gunung Gerizim. Dengan mengikuti tradisi yang salah itu, perempuan Samaria itu juga berdosa.  Jadi ‘nenek moyang’ tidak bisa dipakai sebagai perisai.

Yesus memperbaiki konsep perempuan samaria itu tentang PENYEMBAHAN.  Yesus mengatakan bukan di gunung, bukan pula di Yerusalem tetapi menyembah Allah di dalam ROH dan kebenaran.  Allah itu bukan di gunung, bukan pula di Yerusalem.  SEbab Allah itu adalah ROH.  Barang siapa menyembahNya harus menyembahNYA didalam ROH DAN KEBENARAN.  Tidak hanya menyembah ROH saja, tetapi MENYEMBAH DI DALAM ROH DAN KEBENARAN.  Setelah YEsus memperbaiki konsep perempuan samaria itu, perempuan itu mengerti maka dan mengenal YESUS.  Secara diam-diam dia pergi bersaksi dan mengajak orang datang kepada Yesus.

Saudara yang kekasih, perempuan samaria itu kini tidak lagi datang bersembunyi pada waktu sepi ke sumur Yakub, tapi DIA  datang dengan membawa banyak orang untuk menyembah Allah di dalam ROH DAN KEBENARAN.  Sekarang pertanyaaannya???  BAGAIMANA MENURUT ANDA KEHIDUPAN DAN MASA DEPAN PEREMPUAN SAMARIA ITU???? APAKAH MASIH SAMA SEPERTI KETIKA IA BERJUMPA DENGAN YESUS DI SUMUR YAKUB??? ATAU SUDAH MENJADI BAIK KARENA DIA DAPAT MEMIMPIN BUKAN HANYA DIRI SENDIRI LAGI TETAPI MEMIMPIN ORANG BANYAK KEPADA YESUS.

Saudara, ketika situasi dalam hidup anda kacau, berantakan, hancur, gelisah dan tidak bermakna;  Maka perhatikan PENYEMBAHAN anda.  Mungkin penyembahan anda bukan ke gunung, tetapi ke benda lainnya barangkali.  MARI KITA PERBAIKI PENYEMBAHAN KITA SUPAYA HIDUP KITA TIDAK PERNAH HAUS KARENA YESUS MENJADI MATA AIR KEHIDUPAN DI DALAM  HIDUP KITA. SELAMAT SIANG, GMU all.

"SAPU TANGAN"


NATS: KISAH PARA RASUL 19:12
 

bahkan orang membawa saputangan atau kain yang pernah dipakai oleh Paulus dan meletakkannya atas orang-orang sakit, maka lenyaplah penyakit mereka dan keluarlah roh-roh jaha.t

Apa maksud ayat ini??? saputangan dan kain yang dipakai Paulus diletakkan atas orang sakit maka sembuh dan roh-roh jahat pun keluar. Sapu tangan yang berkuasa, atau Paulus?? atau Allahyang disembah Paulus??

Saudara yang kekasih, kalau kita membaca ayat sebelumnya pada ayat 11 dikatakan "Oleh Paulus Allah mengadakan mujizat-mujizat yang luar biasa." Jadi, yang berkuasa adalah ALLAH yang memakai Paulus dan kepercayaan Penduduk Asia terhadap Firman Tuhan yang diberitakan oleh Paulus. Apa kaitannya dengan Saputangan dan Kain Paulus??? inilah yang memang agak rumit kita pahami. Tetapi, kalau kita renungkan Kasih Allah terhadap orang Yang mengasihiNYA! maka tidak rumit ataupun ribet. Sebab orang yang telah dimuliakan Allah seperti Paulus ini, maka apapun yang di pegang, dipakai diberkati oleh Tuhan. Prinsipnya adalah Hadirat Tuhan selalu menyertai Pribadi yg mengasihiNYA dan yg hidup benar. Biasanya kalau kita melihat baju seseorang yg berarti bagi kita maka Pribadinya seolah-olah hadir.

Saudara yang kekasih, Paulus yang melayani orang Asia baik orang Yahudi maupun orang Yunani selalu merindukan kehadiran Paulus, karena apa??? Kehadiran Paulus di dalam hidup umat manusia menghadirkan HADIRAT ALLAH yang memberkati. Karena itu pulalah, mereka sangat merindukan dan mengharapkan kehadirannya, bahkan hingga saputangan dan kainnya pun dipakai untuk memberkati.

Saudara yang kekasih, apakah kehadiran kita menghadirkan HADIRAT ALLAH???? Apakah kehadiran kita dirindukan banyak orang???? Ataukah alat atau sarana yang kita pernah pakai dipakai orang untuk memberkati????

Sebagai pelayan KRISTUS, harusnya kita menjadi berkat dan dirindukan, diharapkan ada ditengah-tengah umat. Bila kehadiran KITA tidak diharapkan karena kegagalan kita menghadirkan HADIRAT ALLAH ditengah-tengah umat, alangkah celakanya kita yg berpredikat HAMBA TUHAN. Sebabai suami/istri kita adalah HAMBA TUHAN ditengah-tengah keluarga, pertanyaannya??? Adakah kita dirindukan, diharapkan kehadiran kita ataukah kehadiran uang kita saja.