Friday, February 14, 2014

Religious Violence

        

Acts 9:1,3
         Meanwhile Saul , still breathing fiery threats and murder against the disciples of the Lord . He was the high priest ,        On his way to Damascus , when he was near the city , suddenly the light emanating from the sky around him .

 
           Present too many stuck to religious faith , so that the action in the paint rigid rules that could be a misinterpretation , as is done by Saul . Mind to uphold Judaism and feel guilty for keeping the sanctity of religious gods .           Companions , among Christians also can get stuck like Saul 's understanding may not be exactly the same . If worship must be rigid according to the rules of Judaism , not what Alkitab.Harus said solemnly , melenyimpang should not be canceled , should not coughing , yawning , whispering , laughing or scratch here and there, (better in resistant itching / uncomfortable than attempting to scratch ) . In the morning worship ( church or family ) is no principled to be calm and quiet in the attitude of worship . If breaking the rules then there is also a worship leader / pastor / assembly / family heads who get angry , because the assumption damaging / not honor the presence of God . There is also a well-known pastor who dared to direct current from the pulpit reprimand if there are kids back and forth in a church officer or congregation who are coughing. That variety of small form RELIGIOUS VIOLENCE who do not realize terimplemetasi in church .          Jesus does not teach religious violence , when Saul was doing violent religion at that time on the road to Damascus, Jesus called Saul and said softly : " Saul , Saul, why do you persecute me ? "           Notice how Jesus treats friend Saul , Saul teaching and embrace the way sent Ananias to pray for Saul so that Saul could see again . Respect for God was not born from the outside but from the heart . If our hearts have already met with Jesus we can honor and worship God . For example, after Paul's encounter with Jesus is no longer a religious rules as a basis for acting and teaching . Likewise we , when Christ dwells in us , then our life is no longer possible violent religion with rigid rules . God 's presence is not always marked by fervent worship but who do not need too kekhusukan politicized , but it comes from the love of God . Nor is there a ban yawning , scratching sanan and there or laugh , but lack the ban was not necessarily any quiet time we do that , except incidental .          Friends, let love Jesus / Word so that we regardless of religious rules / additional rules that are not from Word but the teaching / deliberate human inserts misinterpreted for the sake of self-interest leads .

Saturday, January 25, 2014

The Feast of Unleavened Bread

Acts 12:1-312:1 About that time King Herod began to act violently against some people from the church .12:2 And he killed James the brother of John with the sword .12:3 When he saw that it pleased the Jews , he proceeded to arrest Peter . During the days of unleavened bread .What relation Herod persecuted the disciples of the Lord with the Feast of unleavened ? ? ?Day of Unleavened Bread is a Jewish feast that is celebrated for seven days after Easter . The feast of unleavened bread commemorates SUFFERING IN EGYPT .Note Companions , On the day of unleavened bread Jews commemorate their suffering in Egypt , ironically with the fact action Herod killed James and Peter actually hold a fun day Jews . If the Jews think it is normal for the feast of unleavened bread they have to reduce the suffering of others , because they have experienced great suffering in Egypt until peringatanya made ​​.Sometimes history is history , a tradition of religious ceremonial and its value is dead . Lusts of the flesh who live in the flesh , to master all aspects of human life . Religious holiday hijinks that take precedence , while the spiritual value is off . Thus the experience of the Israelites when Peter was on hold for the feast of unleavened bread .Companions , may greet this day CHRISTMAS Christmas revelry reduced liberation of the oppressed in the increase , if the important freed .

Retreat is not Always Weak

( Luke 4:13)When the devil had ended all the temptation , he departed from him until a good time .In order to gather power to launch arrows eye , an archer must draw the bow rope backwards . Likewise, the javelin throw , hands should be scrubbed first and throw . People who play the catapult and people who want to shoot , the trigger must resign first . Likewise, the shot put and discus throw , hands should be behind the new first throw . So backward is not necessarily weak .When David faced Goliath , he did not know a single step backward term . David bravely face Goliath and the Philistine army . Result , sprawl Goliath and the Philistine army surrendered . However , when Saul tried to kill David by throwing a spear to him , David Goliath killer greater than Saul retreat . David was not willing to face Saul because Saul was anointed king by God . Why David retreat ? Because David had to wait for the right time to get ahead of God . In any battle , David sometimes forward , and sometimes backward . Depending on where the Lord directs .

Monday, December 2, 2013

“MUNDUR BELUM TENTU LEMAH”

(Lukas 4:13)
Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.

Untuk menghimpun tenaga  guna meluncurkan mata  panahnya, seorang pemanah harus menarik mundur  tali busurnya.  Demikian juga dengan  melempar lembing,  tangannya mesti dimundurkan  dulu  baru  melempar. Orang yang  memainkan ketapel  dan orang yang mau menembak, pelatuknya mesti mundur dulu. Demikian juga dengan tolak peluru dan lempar cakram, tangannya harus ke belakang dulu baru melempar. Jadi mundur  belum tentu lemah.

Ketika Daud menghadapi Goliat, selangkah  pun dia tidak kenal istilah mundur. Daud dengan gagah berani menghadapi Goliat dan tentara Filistin. Hasilnya, Goliat terkapar dan tentara Filistin menyerah. Tetapi, ketika Saul berusaha untuk membunuh Daud dengan melemparkan tombak  kepadanya, Daud si pembunuh Goliat yang lebih besar dari Saul  mundur. Daud  tidak bersedia  menghadapi Saul  karena  Saul  adalah  raja yang  diurapi oleh  Tuhan. Mengapa Daud  mundur?  Karena  Daud  harus  menunggu waktu yang tepat dari Allah untuk maju. Dalam pertempuran pun, Daud kadang maju, dan kadang  mundur. Tergantung Tuhan mengarahkannya kemana.

Memang  ketika kita mundur  sejenak,  perasaan gagal,  malu ataupun gelisah bisa menjadi hantu  yang melemahkan kita. Tetapi kalau kita memandang kepada  Tuhan,  dan mendengar suara-Nya seperti Daud, tentu perasaan itu tidak ada. Kita akan lebih bersuka- cita mundur  ketimbang  maju tanpa  kekuatan  dari Tuhan.  Mundur bisa berarti kita sedang diisi oleh Tuhan kekuatan yang dahsyat untuk mengerjakan pekerjaan  yang spektakuler. 

Monday, November 25, 2013

"HARI RAYA ROTI TIDAK BERAGI"

KPR 12:1-3

12:1 Kira-kira pada waktu itu raja Herodes mulai bertindak dengan keras terhadap beberapa orang dari jemaat.
12:2 Ia menyuruh membunuh Yakobus, saudara Yohanes, dengan pedang.
12:3 Ketika ia melihat, bahwa hal itu menyenangkan hati orang Yahudi, ia melanjutkan perbuatannya itu dan menyuruh menahan Petrus. Waktu itu hari raya Roti Tidak Beragi.

Apa kaitannya Herodes menganiaya murid Tuhan dengan Hari Raya tidak beragi???

Hari raya Roti Tidak Beragi adalah sebuah hari raya Yahudi yang dirayakan selama tujuh hari sehabis Paskah. Hari raya roti tidak beragi memperingati PENDERITAAN DI MESIR.

Perhatikan sahabat, Pada hari raya Roti Tidak Beragi orang Yahudi memperingati penderitaan mereka di Mesir, ironis dengan fakta tindakan Herodes membunuh Yakobus dan menahan Petrus justru menyenangkan hari orang Yahudi.  Jika orang Yahudi berfikir normal maka pada hari raya roti tidak beragi mereka harus mengurangi penderitaan sesama, karena mereka pernah mengalami penderitaan yang sangat di Mesir sampai di buat peringatanya.

Terkadang  sejarah tinggal sejarah, seremonial keagamaan mentradisi dan nilainya sudah mati. Nafsu daging yang hidup dalam daging, menguasai seluruh aspek kehidupan manusia.  Hari raya keagamaan pesta pora yang diutamakan, sedangkan nilai rohani dimatikan.  Demikianlah pengalaman bangsa Israel ketika Petrus di tahan pada hari raya roti tidak beragi.

Sahabat, semoga menyambut Hari NATAL ini pesta pora Natal dikurangi pembebasan terhadap yang tertindas di tingkatkan, bila penting dibebaskan.

Thursday, November 14, 2013

"KEKERASAN AGAMA"



Kisah Para Rasul 9:1,3 
Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar,
Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia.

Masa kini juga banyak orang terjebak kepada iman agama, sehingga tindakan di warnai aturan-aturan kaku yg bisa juga salah tafsir, seperti yang dilakukan oleh Saulus.  Pikirannya untuk menegakkan agama Yahudi lalu merasa tidak bersalah karena menjaga kekudusan allah agamanya.
Sahabat, dikalangan orang Kristen juga bisa terjebak pemahaman seperti Saulus ini mungkin tidak sama persis.  Kalau ibadah harus kaku sesuai aturan agama Yahudi, bukan apa kata Alkitab.Harus khusuk, tidak boleh melenyimpang bisa batal, gak boleh batuk, menguap, berbisik, tertawa atau garuk sana sini, (lebih baik di tahan rasa gatal/risih dari pada berusaha menggaruknya).  Dalam ibadah pagi (gereja atau keluarga) ada yg berprinsip harus teduh dan tenang dalam sikap penyembahan.  Kalau melanggar aturan yang  ada maka ada  juga pemimpin ibadah/pendeta/majelis/ kepala keluarga yg marah, karena anggapan merusak/tidak menghormati hadirat Tuhan. Ada juga seorang Pendeta yang terkenal saat ini berani langsung menegur dari Mimbar kalau ada anak-anak wira wiri di gereja atau jemaat yang sedang batuk-batuk.  Itulah berbagai bentuk kecil dari KEKERASAN AGAMA yg tidak disadari terimplemetasi dalam bergeraja.
YESUS tidaklah mengajarkan kekerasan agama, ketika Saulus sedang melakukan kekerasan Agama pada waktu itu di jalan menuju Damsyik Yesus memanggil Saulus dan berkata lembut; "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?"


Perhatikan sahabat bagaimana Yesus memperlakukan Saulus, mengajar dan merangkul Saulus dengan cara mengutus Ananias untuk berdoa bagi Saulus supaya Saulus dapat melihat kembali.  Menghormati Allah itu bukan lahir dari luar tapi dari dalam hati.  Jika hati kita sudah berjumpa dengan Yesus kita dapat menghormati dan menyembah Allah.  Contohnya Paulus yg setelah berjumpa dengan Yesus aturan keagamaan bukan lagi sebagai dasar untuk bertindak dan mengajar.  Demikian juga kita, bila Kristus telah berdiam dalam diri kita, maka tidak mungkin lagi hidup kita diwarnai kekerasan agama dengan aturan-aturan kaku.  Kehadiran Allah tidak selalu diwarnai dengan ibadah yang khusuk tetapi perlu juga kekhusukan yg tidak dipolitisir, tetapi hadir dari kecintaan akan Tuhan.  Tidak pula ada larangan menguap, garuk sanan dan situ atau tertawa, namun ketidak adanya larangan itu bukan serta merta setiap saat teduh kita melakukan itu, kecuali insidentil.

Sahabat, mari mencintai Yesus/Firmannya supaya kita terlepas dari aturan agama/aturan tambahan yang bukan berasal dari Firman tetapi ajaran/sisipan manusia yang disengaja disalahtafsirkan demi kepentingan pribadi yang memimpin.  

"KEMAHAKUASAAN DAN KEDAULATAN ALLAH"



Sebenarnya Allah itu siapa sih!! kita atau Allah. Mengapa saya bertanya demikian??? Tidak sedikit manusia memisah-misahkan Atribut Allah ini "KEMAHAKUASAAN DAN KEDAULATAN ALLAH. Misalnya: Keyakinan Seseorang bahwa "ALLAH ITU MAHAKUASA." Dengan dasar keyakinan ini seseorang berdoa memaksa TUHAN untuk mendemonstrasikan KEKUASAANNYA kepada manusia lainnya. Bahkan lebih ekstrimnya lagi memaksa konsentrasi saat berdoa serta mengucapkan perkataan yang sama dengan berulang-ulang serta membubuhi kata sakti "DALAM NAMA YESUS" Contoh lain: Allah menyembuhkan/Yehova Rapha. Tidak sedikit juga orang berusaha berdoa supaya sembuh dengan berdoa saja bahkan lebih ekstrim ada orang yang anti diobati dokter, sebab keyakinannya Allah adalah dokter diatas segala dokter. Bila tidak terjadi mujizat, kesembuhan berarti TUHAN tidak mendengarkan doa karena ada dosa. Begitulah beberapa kepercayaan orang tentang KEMAHAKUASAAN ALLAH. Orang percaya sudah memiliki kuasa untuk menginjak ular dan kalajengking sebab Tuhan Yesus yang memberikannya kepada para muridNYA. Jadi, tidak ada alasan bagi umat yang percaya untuk tidak memiliki kekuasaan. Mengutip Lukas 10:19 Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. Juga mengutip perkataan Yesus sebelum terangkat ke surga Markus 16:18 tentang orang percaya meletakkan tangan kepada orang sakit dan orang sakit itu sembuh. Benarkah KEKUASAAN itu mutlak terjadi bila manusia berdoa meminta kesembuhan, mujizat atau kekuasaan lainnya?? Menurut yg saya pahami apa kata Alkitab tidak lah demikian. Allah itu MAHAKUASA, tidak ada yang tidak bisa dibuat untuk seluruh mahluknya atau kata lain TIDAK ADA YANG MUSTAHIL BAGI TUHAN, itu benar. Tetapi KEMAHAKUASAAN ALLAH itu terjadi tidak hanya berdasarkan ORDER doa dari manusia. KEMAHAKUASAAN ALLAH Terjadi berdasarkan KEDAULATANNYA juga. Misalnya ketika RASUL PAULUS Berdoa supaya duri dalam dagingnya di singkirkan dari dirinya tetapi 3 kali Paulus sudah berdoa tentang hal itu tidak tersingkir juga dari dirinya. Apakah Allah tidak MAHAKUASA?? Sahabat, ALLAH MAHA KUASA, hanya saja dalam konteks tertentu KEMAHAKUASAAN ALLAH sedang berlangsung di dalam KEDAULATAN ALLAH. Contoh lain AYUB di dalam penderitaannya, KEDAULATAN ALLAH sedang berlangsung di dalam KEMAHAKUASAANNYA. ALLAH Berdaulat mengijinkan iblis menggocoh AYUB. Tetapi pada saatnya tiba, KEMAHAKUASAAN ALLAH berlangsung atas AYUB yaitu pemulihan dari segala penderitaannya.

Sahabat, mari bijaksana memahami KEMAHAKUASAAN ALLAH supaya kita tidak salah menerapkan iman kita menjadi iman paksa. Kita Hamba yang diberi kekuasaan berdoa, berseru kepada TUHAN. Keputusannya ada di dalam KEDAULATAN TUHAN. Ingat perkataan YESUS di getsemani? "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."

Sahabat, bila ALLAH adalah ALLAH maka DIA MAHAKUASA dan BERDAULAT dalam hidup kita, dan kita tidak memiliki kapasitas memaksa ALLAH untuk mengabulkan doa kita. Tetapi Bila Allah adalah manusia maka pantaslah ada beberapa orang yang berdoa memaksa ALLAH untuk bertindak saat itu juga.