Saturday, August 31, 2013

"SUPAYA DIBAKAR"



Kejadian 38:16 


Lalu berpalinglah YEHUDA mendapatkan perempuan yang di pinggir jalan itu serta berkata: "Marilah, aku mau menghampiri engkau," sebab ia tidak tahu, bahwa perempuan itu MENANTUNYA. Tanya perempuan itu: "Apakah yang akan kauberikan kepadaku, jika engkau menghampiri aku?

Kejadian 38:24
Sesudah kira-kira tiga bulan dikabarkanlah kepada Yehuda: "TAMAR, menantumu, bersundal, bahkan telah mengandung dari persundalannya itu." Lalu kata Yehuda: "Bawalah perempuan itu, SUPAYA DIBAKAR.

Kejadian38:25 
Waktu dibawa, perempuan itu menyuruh orang kepada mertuanya mengatakan: "Dari laki-laki (YEHUDA) yang empunya barang-barang inilah aku mengandung." Juga dikatakannya: "Periksalah, siapa yang empunya cap meterai serta kalung dan tongkat ini?"


Kejadian 38:26 
YEHUDA memeriksa barang-barang itu, lalu berkata: "Bukan aku, tetapi perempuan itulah yang benar, karena memang aku (YEHUDA) tidak memberikan dia kepada Syela, anakku." Dan ia tidak bersetubuh lagi dengan perempuan itu.

Gampang sekali menghakimi orang dengan kata "bakar dia," demikianlah perkataan yehuda supaya menantunya yang menurutnya hamil karena bersundal harus dibakar. Mengenai hukum taurat tidak ada perintah untuk membakar orng yg berzinah hanya kebiasaan bangsa kanaan lah demikian.

Sahabat, kalau kita simak cerita ini ternyata Yehuda suka bersundal juga bahkan dia kena batunya yang dia sundali adalah menantu sendiri.

Sahabat, kalau kita telusuri cerita ini yehuda tidak jadi membakar tamar karena kesalahan ada pada yehuda, yang harus dibakar tentu mereka berdua. Menuduh orang bersundal seolah yehuda bersih ternyata fakta membuktikan bahwa yehudalah yg pria yg bersundal dengan tamar, menantunya lagi.

SAHABAT, FIRMAN TUHAN BERKATA DALAM MATIUS 7:1 "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
7:2 Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
7:3 Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?

Semua kita telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan allah, sebab upah dosa adalah maut.

Tanggungjawab kita sekarang menerima firman setiap hari dan melakukannya, bukan menghakimi sebab penghakiman bukan kapasitas kita, karena bagaimana orang buta menghakimi orang buta?

Syukurlah, setelah Yehuda mengetahui bahwa tamar adalah hasil sundalnya dia pun tidak menghakimi tamar, tetapi tidak bersetubuh lagi dengan tamar sampai anak di dalam kandungan tamar lahir yakni peres dan zerah. Yehuda bertanggungjawab atas kesalahannya, dia tidak melenyapkan tamar dan benih dalam kandungan tamar. Yehuda jahat, tetapi dia berhenti berbuat jahat dengan cara bertanggungjawab. Sikap positif yehuda inilah menyelamatkan dirinya sendiri, tamar dan kedua anak kembar tamar, serta nama baik mereka sehingga nama mereka dicatat dalam silsilah yesus.

Sahabat, jika ada diantara anda saat ini mengalami aib yg memalukan jangan lari/melenyapkan aib itu, sebab sepandai-pandainya anda melenyapkannya tidak akan pernah aib itu lenyap. Ambillah sikap seperti yehuda dengan bertanggungjawab atas perbuatannya sendiri dengan menerima risiko apapun tapi endingnya adalah kebaikan dan kebahagiaan.

Sahabat, jangan mudah menghakimi sebab kita pun pasti pernah melakukan kejahatan yg tersembunyi dan yg tidak tersembunyi. Sadarilah diri kita ini adalah manusia berdosa yg hidup karena anugrah allah

Sahabat, yang mana sahabat inginkan TUHAN DIAM???? ATAU TUHAN BICARA??? 
Unknown Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

No comments:

Post a Comment